Cukup dua cangkir sehari, Yusuf Sumartha, direktur utama JJ Royal Coffee, sudah cukup puas mendapatkan kesegaran dari kopi. Dan, kesempurnaan kopi toraja menjadi favoritnya, di antara sekian jenis kopi terbaik yang dihasilkan Indonesia.
“Kopi toraja itu favorit saya. Peminum kopi pasti kenal dengan kopi toraja,” kata Yusuf Sumartha di sela diskusi "Manfaat Kopi bagi Kesehatan dan Seksualitas" di Jakarta, baru-baru ini.
Sebagai direktur perusahaan produsen kopi premium, pengetahuan Yusuf di bidang kopi tak diragukan lagi. Semua jenis kopi terbaik di Indonesia sudah dicicipinya.
“Semua daerah di Indonesia memiliki kopi terbaik, mulai Gayo di Aceh, Lampung, Jawa, Bali, Toraja di Sulawesi hingga Wamena di Papua. Tapi dari semua jenis kopi terbaik itu, favorit saya ya kopi toraja,” ujarnya.
Mengapa kopi toraja? Yusuf pun menjabarkan kelebihan kopi tersebut. Kopi toraja hampir sempurna karena memenuhi kriteria kopi yang baik, yakni punya aroma, flavour, acidity, body (kekentalan), dan rasa setelah diminum (after taste) yang baik.
brand JJ Royal Coffee memproduksi Kopi Tubruk Specialty Grade 1 terbuat dari 100% biji kopi murni dari berbagai daerah, mulai kopi yang berasal dari Gayo (Aceh), Mandailing (Sumatera Utara), Lampung, Jawa, Kintamani (Bali), Toraja (Sulawesi), Flores (NTT), hingga Wamena (Papua).
“Nah, kopi toraja punya lima kriteria itu,” kata Yusuf yang memiliki
Untuk menikmati keaslian rasa kopi-kopi tersebut, Yusuf memilih kopi tubruk, bukan kopi yang dicampur dengan susu atau krim. “Kopi tubruk adalah budaya minum kopi orang Indonesia. Ini cara menikmati keaslian nikmatnya kopi,” kata lelaki asal Sumatera Utara ini.
Demi menikmati kopi-kopi tersebut, terlebih kopi toraja yang menjadi favoritnya, dia memiliki ritual khusus untuk meminumnya pada setiap pagi dan sore. Yusuf juga memiliki teknik khusus menyeduh kopi tubruk.
“Setelah air dididihkan, diamkan selama empat menit, baru kemudian tuangkan ke dalam cangkir berisi kopi, dan tambahkan gula sesuai selera,” terang Yusuf yang memilih menikmati kopi tubruk di pagi hari.
Dia pun berusaha menikmati hobinya itu dalam kondisi tenang dan tidak mau ada yang mengganggunya ketika sedang menikmati kopi. Sesekali, Yusuf juga suka menikmati coffee latte, yaitu kopi toraja yang dicampur dengan susu dan es. “Kalau coffee latte paling enak dinikmati saat sore hari,” imbuhnya.
Kualitas Tinggi
Bagi Yusuf, bisa menikmati kopi Indonesia berkualitas tinggi adalah sebuah kehormatan tersendiri. Maklumlah, saat ia remaja dulu di Sumatera Utara, keluarganya hanya bisa menikmati kopi bercampur jagung.
Hal itu juga dialami oleh sebagian besar masyarakat di Tanah Air. “Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya bisa menikmati kopi berkualitas rendah, karena kopi berkualitas tinggi diekspor ke luar negeri atau hanya bisa didapat di kafe-kafe,” keluhnya.
Karena itulah, lanjut Yusuf, JJ Royal Coffee bangga bisa menghadirkan Kopi Tubruk Specialty Grade 1. Apalagi, kopi Specialty Grade 1 berada di atas kelas premium. Sesuai standar kopi dunia, SCE, grade kopi berada di kisaran angka 1-6, dan ini banyak disumbang oleh kopi Indonesia.
“JJ Royal Coffe menyajikan kopi grade tertinggi yang disortir dalam kematangan sempurna. Tak ada biji busuk dan ukuran biji kopi sempurna yakni seragam bulat lonjong, lalu disangrai dengan standar tinggi supaya meningkatkan kesempurnaan rasa dan aromanya,” jelas Yusuf.
Demi kenyamanan lambung konsumen, JJ Royal Coffe juga menjual jenis kopi Arabica. “Jenis Arabica memiliki tingkat keasaman lebih rendah dibanding Robusta, sehingga nyaman di lambung,” ungkap Yusuf.
Agar kopi berkualitas bisa dinikmati masyarakat banyak, perusahaan yang dipimpinnya tersebut membuatnya dalam kemasan sachet sebagai strategi pemasaran yang mulai diluncurkan April 2013. “Misi kami adalah agar tak ada lagi orang Indonesia yang tidak bisa mendapatkan kopi berkualitas terbaik di negerinya sendiri,” ujarnya.
Sejak meluncurkan kemasan sachet, penjualan JJ Royal Coffe pun tumbuh 50 persen setiap bulan. “Saat ini, produk kami ini sudah tersedia di 20 kota, terutama kota-kota di Jawa,” katanya.
Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, JJ Royal Coffe siap dengan kapasitas produksi kopi sebanyak 4 juta sachet per bulan untuk jangka waktu dua tahun ke depan. “Saat ini, dibandingkan dengan potensi pasar kopi di Indonesia, pasar kopi premium grade 1 baru menyumbang 1 persen dengan kontribusi dari JJ Royal Coffe sebanyak 60 persen. Kami optimistis ke depan kontribusi ini akan meningkat lagi,” imbuhnya.
Sumber: http://www.beritasatu.com
Back To Home
Wednesday, December 4, 2013
Salib Raksasa Bukit Singki Rantepao Selesai Tahun Ini.
Pemerintah Kabupaten Toraja Utara optimis terhadap pembangunan penyelasain Salib Religius diatas Gunung Singki dengan tinggi 32 m dan bentangan 12 m akan tuntas seratus persen dalam tahun 2013 ini, kendatipun saat ini kemajuan pekerjaan itu sementara digenjot.
Pejabat tinggi di Toraja Ini yakni Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring dan Sekretaris Kabupaten Toraja Utara, Lewaran Rantela’bi’ menyakini bahwa pembangunan salib tersebut akan terelisasi seratus persen dalam tahun ini sebagai hadiah buat masyarakat Toraja dan seluruh kristiani di seluruh Indonesia.
Hal itu disampaikan Bupati Frederik Batti Sorring dan janji bupati itu diikuti oleh Sekab Toraja Utara, Lewaran Rantela,bi’, ketika diperlihatkan gambar ilustrasi pembagunan salib religius diatas Gunung Singki di ruang kerjanya, Selasa kemarin.
Lewaran mengatakan untuk penyelesaian seratus persen terhadap pembangunan salib itu diyakini akan selesai dalam tahun ini. “Iya, konstruksi bangunannya sudah begini kalau pekerjaanya sudah seratus persen, dan bisa saja tuntas dalam tahun ini. Kita yakini itu, kalau tinggal 60 persen masak tidak bisa selesai dengan baik dalam tahun ini,” kata Lewaran.
Sekedar diketahui, dari hasil pantauan palopo pos dilapangan, di lokasi pembangunan salib religius ini, kendati baru mencapai 40 persen, namun pengunjungnya sudah mulai ramai mendatangi lokasi tersebut dalam hari-hari libur, mulai dari usia anak-anak maupun orang dewasa untuk berpiknik disana.
Sumber: http://palopopos.co.id
Back to Home
Pejabat tinggi di Toraja Ini yakni Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring dan Sekretaris Kabupaten Toraja Utara, Lewaran Rantela’bi’ menyakini bahwa pembangunan salib tersebut akan terelisasi seratus persen dalam tahun ini sebagai hadiah buat masyarakat Toraja dan seluruh kristiani di seluruh Indonesia.
Hal itu disampaikan Bupati Frederik Batti Sorring dan janji bupati itu diikuti oleh Sekab Toraja Utara, Lewaran Rantela,bi’, ketika diperlihatkan gambar ilustrasi pembagunan salib religius diatas Gunung Singki di ruang kerjanya, Selasa kemarin.
Lewaran mengatakan untuk penyelesaian seratus persen terhadap pembangunan salib itu diyakini akan selesai dalam tahun ini. “Iya, konstruksi bangunannya sudah begini kalau pekerjaanya sudah seratus persen, dan bisa saja tuntas dalam tahun ini. Kita yakini itu, kalau tinggal 60 persen masak tidak bisa selesai dengan baik dalam tahun ini,” kata Lewaran.
Sekedar diketahui, dari hasil pantauan palopo pos dilapangan, di lokasi pembangunan salib religius ini, kendati baru mencapai 40 persen, namun pengunjungnya sudah mulai ramai mendatangi lokasi tersebut dalam hari-hari libur, mulai dari usia anak-anak maupun orang dewasa untuk berpiknik disana.
Sumber: http://palopopos.co.id
Back to Home
Tuesday, November 26, 2013
Hasil Lengkap Pertandingan Liga Champions
Matchday kelima Liga Champions diwarnai berbagai kejutan. Sejumlah klub besar mengalami hasil kurang memuaskan pada tengah pekan ini.
Pada laga yang digelar hari Selasa, 26 November atau Rabu dini hari WIB, kejutan terbesar tercipta saat Barcelona tumbang 1-2 dari tuan rumah Ajax Amsterdam. Gol Xavi Hernandez gagal mengejar gol Thulani Serero dan Dannu Hoesen.
Kejutan juga tercipta saat Basel sukses mempermalukan Chelsea 0-1 di markas mereka sendiri. Wakil Swiss itu berhasil menang lewat gol Mohamed Salah, hanya tiga menit jelang bubaran.
"Kuda Hitam" asal Italia, Napoli, tak sanggup mengatasi perlawanan finalis Liga Champions tahun lalu, Borussia Dortmund. Wakil Bundesliga itu menang telak 3-1 dan membuka peluang lolos ke babak 16 besar.
AC Milan berhasil meraih kemenangan besar 3-0 atas Celtic ditengah krisis yang menimpa mereka. Kaka, Cristian Zapata, dan Mario Balotelli sukses menjadi pencetak gol. Sedangkan Arsenal tanpa kesulitan menggulung Olympique Marseille dengan skor 2-0, berkat sepasang gol milik Jack Wilshere.
Hasil Lengkap Liga Champions Pekan Kelima, Selasa 26 November 2013:
Zenit St Petersburg 1-1 Atletico Madrid
Steaua Bucharest 0-0 Schalke 04
Basel 1-0 Chelsea
Arsenal 2-0 Olympique Marseille
B. Dortmund 3-1 Napoli
Porto 1-1 Austria Wien
Celtic 0-3 AC Milan
Ajax 2-1 Barcelona
Sumber: http://bola.viva.co.id/
Back To Home
Pada laga yang digelar hari Selasa, 26 November atau Rabu dini hari WIB, kejutan terbesar tercipta saat Barcelona tumbang 1-2 dari tuan rumah Ajax Amsterdam. Gol Xavi Hernandez gagal mengejar gol Thulani Serero dan Dannu Hoesen.
Kejutan juga tercipta saat Basel sukses mempermalukan Chelsea 0-1 di markas mereka sendiri. Wakil Swiss itu berhasil menang lewat gol Mohamed Salah, hanya tiga menit jelang bubaran.
"Kuda Hitam" asal Italia, Napoli, tak sanggup mengatasi perlawanan finalis Liga Champions tahun lalu, Borussia Dortmund. Wakil Bundesliga itu menang telak 3-1 dan membuka peluang lolos ke babak 16 besar.
AC Milan berhasil meraih kemenangan besar 3-0 atas Celtic ditengah krisis yang menimpa mereka. Kaka, Cristian Zapata, dan Mario Balotelli sukses menjadi pencetak gol. Sedangkan Arsenal tanpa kesulitan menggulung Olympique Marseille dengan skor 2-0, berkat sepasang gol milik Jack Wilshere.
Hasil Lengkap Liga Champions Pekan Kelima, Selasa 26 November 2013:
Zenit St Petersburg 1-1 Atletico Madrid
Steaua Bucharest 0-0 Schalke 04
Basel 1-0 Chelsea
Arsenal 2-0 Olympique Marseille
B. Dortmund 3-1 Napoli
Porto 1-1 Austria Wien
Celtic 0-3 AC Milan
Ajax 2-1 Barcelona
Sumber: http://bola.viva.co.id/
Back To Home
Kathleen Adams, Antropolog AS yang Jatuh Hati pada Toraja
Antropolog kenamaan AS di Universitas Loyola, Chicago, Dr. Kathleen M. Adams yang tercantum dalam daftar "300 Dosen Terbaik Amerika" versi lembaga “The Princeton Review,” memusatkan penelitian lapangannya pada pulau-pulau Sulawesi dan Alor. Dalam 20 tahun terakhir ini, dia telah bolak-balik melakukan perjalanan dari AS ke Tana Toraja.
Mengenai kebudayaan rakyat Toraja yang ditekuninya, dia mengemukakan: “Saya telah tertarik pada suku Toraja sejak awal-awal tahun 1980-an, dan pertama kali mengunjungi daerah itu pada tahun 1993, ketika melewati kuliah musim panas untuk tingkat pasca sarjana, belajar bahasa Indonesia tingkat lanjut. Saat ini saya turut terlibat dalam persiapan nominasi Toraja sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.”
Suku Toraja berpenduduk sekitar satu juta orang, dengan 500 ribu orang masih hidup di dataran tinggi Toraja. Termasyhur karena upacara penguburan jenazah yang unik, yang diselipkan di rongga-rongga batu gunung, rumah-rumah tradisional bertanduk, yang disebut tongkonan, pahatan patung kayu dan tenun rakyat berwarna-warni cerah, Toraja telah lama menjadi tujuan wisata populer.
Namun, di tengah-tengah persaingan wisata dunia yang ditingkahi resesi ekonomi yang panjang, apakah tak ada tantangan yang dihadapi Tana Toraja?
Adams mengatakan: “Salah satu tantangan yang dihadapi Toraja berkenaan dengan mempertahankan posisi pada peta wisata adalah bahwa masih relatif sulit untuk pergi ke sana. Harus terbang ke Bali dahulu, dan terbang ke Makassar, kemudian naik bis selama delapan jam ke dataran tinggi Toraja.”
Ditanyakan mengenai pengalaman hidupnya selama dua tahun di Tana Toraja, adakah tantangan berat yang ia rasakan dalam menyesuaikan diri di tengah-tengah masyarakat, Adams menjawab: “Mungkin, isu yang lebih besar bagi saya dalam hal menyesuaikan diri hidup di daerah perdesaan di Indonesia, adalah lebih samar; berkenaan dengan kebutuhan waktu untuk bersendiri. Orang Amerika terkenal sangat membutuhkan waktu ‘untuk bersendiri.’ Gagasan semacam ini agak asing bagi orang Toraja."
Kenangan manis hidup dengan keluarga angkatnya di Tana Toraja 20 tahun lalu terpateri kuat dalam ingatannya. Hingga sekarang, Kathleen Adams tetap menjadikan Toraja sebagai pusat penelitian ilmiahnya, yang ia katakan sebagai “pay back” alias “balas budi.”
Belum lama ini, Adams, bersama koleganya Dr. Kathleen Gillogly, antropolog dari Universitas Wisconsin di Parkside, Kenosha, Wisconsin, menjadi penyunting untuk buku bunga rampai “bestseller” berjudul: “Everyday Life in Southeast Asia,” yang diterbitkan oleh Indiana University Press.
Penelitiannya kini berpusat pada pemasaran karya-karya seni Indonesia dalam masa ketidakmenentuan wisata dewasa ini. Adams hidup di kota Chicago bersama suaminya Dr. Peter Sanchez, seorang ahli ilmu politik Amerika Latin, dan seorang puteri mereka.
Sumber: http://www.voaindonesia.com
Back To Home
Sunday, November 24, 2013
Festival Toraja di Gelar Bersamaan Lovely December 2013
Pagelaran event pariwisata berskala internasional yang diberi tajuk Festival Toraja, dipastikan diundur hingga Desember 2013 mendatang. Festival ini akan digelar bersamaan dengan event Lovely December tahun 2013. “Ya, sebelumnya kita rencanakan Festival Toraja digelar pada akhir Agustus lalu, tetapi karena beberapa sebab, sehingga diundur ke Desember bersamaan dengan Lovely December,” jelas Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Tana Toraja, Jidon Sitohang, kepada Palopo Pos, Kamis 14 November kemarin.
Semula, kata Jidon, Pemkab Tana Toraja, Toraja Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjadwalkan pelaksanaan Festival Toraja pada 22-24 Agustus 2013 yang lalu.
Meski demikian, Jidon tidak menjelaskan alasan penundaan pelaksanaan Festival Toraja. Dia hanya menyatakan bahwa pelaksanaan Festival Toraja akan digelar bersamaan dengan event pariwisata tahunan lainnya, yakni Lovely Desember.
“Belum ada informasi yang jelas soal itu, terakhir kabar yang saya dengar, EO (Event Organized) yang belum siap. Tapi nanti kita akan jelaskan ke media penyebab sebenarnya dari pengunduran jadwal ini,” jelasnya.
Meski demikian, bupati menyatakan digabungnya pelaksanaan Festival Toraja dengan Lovely Desember dimaksudkan agar persiapan penyelenggaraan bisa lebih matang. Demikian pula dengan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dengan begitu, gaung Festival Toraja dan Lovely Desember bisa lebih besar.
“Saya kira demikian. Penundaan ini semata-mata karena kita mau lebih matang dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Mantan Kabag Humas dan Protokoler ini menyatakan seluruh kegiatan yang akan digelar pada Festival Toraja dirancang oleh tim konsultan yang diutus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Kegiatan Festival Toraja akan dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Rencananya, pembukaan Festival Toraja yang baru pertama kali dilaksanakan pada tahun ini akan dipusatkan di Kabupaten Toraja Utara. Sementara penutupan Festival Toraja akan dipusatkan di Kabupaten Tana Toraja,” jelasnya.
Berbagai kegiatan seni, budaya dan olahraga pun akan dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja sepanjang Festival Toraja digelar. Diantaranya, pementasan seni dan budaya, sepeda gunung, sepak takraw dan lomba tangkap ikan tradisional.
Diyakininya, Festival Toraja yang pelaksanaannya digabung dengan event Lovely Desember 2013 akan lebih banyak dikunjungi para wisatawan, baik domestik maupun luar negeri.
Sumber: Palopo Pos
Semula, kata Jidon, Pemkab Tana Toraja, Toraja Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjadwalkan pelaksanaan Festival Toraja pada 22-24 Agustus 2013 yang lalu.
Meski demikian, Jidon tidak menjelaskan alasan penundaan pelaksanaan Festival Toraja. Dia hanya menyatakan bahwa pelaksanaan Festival Toraja akan digelar bersamaan dengan event pariwisata tahunan lainnya, yakni Lovely Desember.
“Belum ada informasi yang jelas soal itu, terakhir kabar yang saya dengar, EO (Event Organized) yang belum siap. Tapi nanti kita akan jelaskan ke media penyebab sebenarnya dari pengunduran jadwal ini,” jelasnya.
Meski demikian, bupati menyatakan digabungnya pelaksanaan Festival Toraja dengan Lovely Desember dimaksudkan agar persiapan penyelenggaraan bisa lebih matang. Demikian pula dengan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Dengan begitu, gaung Festival Toraja dan Lovely Desember bisa lebih besar.
“Saya kira demikian. Penundaan ini semata-mata karena kita mau lebih matang dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Mantan Kabag Humas dan Protokoler ini menyatakan seluruh kegiatan yang akan digelar pada Festival Toraja dirancang oleh tim konsultan yang diutus oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Kegiatan Festival Toraja akan dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Rencananya, pembukaan Festival Toraja yang baru pertama kali dilaksanakan pada tahun ini akan dipusatkan di Kabupaten Toraja Utara. Sementara penutupan Festival Toraja akan dipusatkan di Kabupaten Tana Toraja,” jelasnya.
Berbagai kegiatan seni, budaya dan olahraga pun akan dilaksanakan di Kabupaten Tana Toraja sepanjang Festival Toraja digelar. Diantaranya, pementasan seni dan budaya, sepeda gunung, sepak takraw dan lomba tangkap ikan tradisional.
Diyakininya, Festival Toraja yang pelaksanaannya digabung dengan event Lovely Desember 2013 akan lebih banyak dikunjungi para wisatawan, baik domestik maupun luar negeri.
Sumber: Palopo Pos
Agenda Acara Lovely December 2013 di Toraja
Dipenghujung tahun ini even pariwisata Lovely December kembali digelar dan Toraja Utara akan menjadi tuan rumah Lovely December tahun ini. Acara dimulai pada tanggal 1-28 Desember.
Berikut ini susunan acara/ kegiatan yang akan dilaksanakan pada Even Lovely December 2013 adalah sebaga berikut:
- Lomba lampu hias dan pohon natal akan digelar dari tanggal 1-31 Desember 2013.
- karnaval budaya
- pameran pembangunan
- lomba ma’lambuk (menumbuk padi)
- lomba musik bambu
- lomba drum band
- seminar
- workshop Photografy
- Toraja Night Festival
- lomba menulis pariwisata di blog, serta
- berbagai permainan rakyat.
Demikian seperti yang mengemuka saat panitia Lovely December 2013 Kabupaten Toraja Utara (Torut) memaparkan agenda kegiatan ini, pekan lalu di Rantepao.
Sumber: Kabar Toraja
Monumen Pasadena Segera Direvitalisasi
MAKALE - Tidak lama lagi, masyarakat kota Makale akan memiliki fasilitas taman dan alun-alun kota. Pemerintah berencana merevitalisasi kawasan Monumen Pasadena, yang terletak di kota lama, menjadi taman kota.“Tahun depan kita sudah realisasikan hal itu (revitalisasi),” ujar Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung, kepada Palopo Pos, Jumat 22 November kemarin.
Untuk kepentingan taman kota itu, beberapa bangunan yang ada di kawasan Monumen Pasadena akan dirobohkan. Kantor Dinas Kehutanan, Perpustakaan Daerah, dan studio Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) FM, adalah bangunan-bangunan yang akan dibongkar. Ketiga kantor ini merupakan bekas Puspenmas Tana Toraja pada masa lalu.
“Beberapa kantor itu akan kita pindahkan ke bangunan milik pemerintah di tempat lain,” urainya lebih lanjut.
Theofilus mengatakan, untuk merevitalisasi kawasan Monumen Pasadena menjadi taman kota, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Dia menjelaskan, taman kota yang berdampingan dengan kolam Makale, ini akan mengemban fungsi ekologis dan sosial dan lingkungan. Di satu sisi, taman akan menjadi arena bermain dan rekreasi bagi masyarakat, juga menekan polusi udara akibat gas buang kendaraan. Di sisi lain, alun-alun kota akan berfungsi sebagai lokasi pertunjukan musik, pagelaran budaya, dan fungsi-fungsi sosial lainnya.
Diuraikan, taman kota adalah penjaga kualitas lingkungan kota. Dengan adanya penghijauan maka taman kota dapat berfungsi sebagai paru-paru kota yang menghasilkan banyak O2, filter debu dan asap kendaraan bermotor, sehingga dapat meminimalisir polusi udara, tempat penyimpanan air tanah, sehingga mencegah datangnya banjir dan erosi serta menjamin pasokan air tanah. Bisa juga menjadi peredam alami kebisingan kota yang padat aktivitas, sebagai tempat komunikasi sosial, sarana olahraga, bermain, dan rekreasi.
“Juga menjadi landmark sebuah kota dan menambah nilai estetika sebuah lingkungan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Makale,” jelasnya.
Kota Makale, kata Theofilus, sangat membutuhkan ruang terbuka atau taman kota bagi masyarakat. Karena selama ini belum ada ruang yang difungsikan sebagai taman kota, selain kolam dan taman PKK. “Untuk itu kita akan tambah lagi area terbuka bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas-aktivitas sosial,” tandasnya.(rp6/rhm/d)
Sumber: Polopo Pos
Untuk kepentingan taman kota itu, beberapa bangunan yang ada di kawasan Monumen Pasadena akan dirobohkan. Kantor Dinas Kehutanan, Perpustakaan Daerah, dan studio Radio Pemerintah Kabupaten (RPK) FM, adalah bangunan-bangunan yang akan dibongkar. Ketiga kantor ini merupakan bekas Puspenmas Tana Toraja pada masa lalu.
“Beberapa kantor itu akan kita pindahkan ke bangunan milik pemerintah di tempat lain,” urainya lebih lanjut.
Theofilus mengatakan, untuk merevitalisasi kawasan Monumen Pasadena menjadi taman kota, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Dia menjelaskan, taman kota yang berdampingan dengan kolam Makale, ini akan mengemban fungsi ekologis dan sosial dan lingkungan. Di satu sisi, taman akan menjadi arena bermain dan rekreasi bagi masyarakat, juga menekan polusi udara akibat gas buang kendaraan. Di sisi lain, alun-alun kota akan berfungsi sebagai lokasi pertunjukan musik, pagelaran budaya, dan fungsi-fungsi sosial lainnya.
Diuraikan, taman kota adalah penjaga kualitas lingkungan kota. Dengan adanya penghijauan maka taman kota dapat berfungsi sebagai paru-paru kota yang menghasilkan banyak O2, filter debu dan asap kendaraan bermotor, sehingga dapat meminimalisir polusi udara, tempat penyimpanan air tanah, sehingga mencegah datangnya banjir dan erosi serta menjamin pasokan air tanah. Bisa juga menjadi peredam alami kebisingan kota yang padat aktivitas, sebagai tempat komunikasi sosial, sarana olahraga, bermain, dan rekreasi.
“Juga menjadi landmark sebuah kota dan menambah nilai estetika sebuah lingkungan sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi kota Makale,” jelasnya.
Kota Makale, kata Theofilus, sangat membutuhkan ruang terbuka atau taman kota bagi masyarakat. Karena selama ini belum ada ruang yang difungsikan sebagai taman kota, selain kolam dan taman PKK. “Untuk itu kita akan tambah lagi area terbuka bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas-aktivitas sosial,” tandasnya.(rp6/rhm/d)
Sumber: Polopo Pos
Subscribe to:
Posts (Atom)






