Showing posts with label WISATA ALAM. Show all posts
Showing posts with label WISATA ALAM. Show all posts

Friday, March 4, 2016

5 Macam Kuburan Unik di Toraja


Berbicara tentang wisata bertema kematian di dunia ini mungkin tak ada yang lebih menarik dari toraja. ya toraja, tanah yang dijuluki Negerinya Orang Mati yang Hidup. Bisa dikatakan tak ada wisata kematian yang lebih sempurna dari toraja. mulai dari persiapan prosesi upacara adat pemakaman yang melibatkan banyak orang, prosesi upacara rambu solo' yang dilakukan berhari-hari dan menghabiskan biaya sampai miliaran rupiah, proses penguburan yang unik seperti memanjat tebing-tebing untuk memasukkan jenasah kedalam lubang-lubang batu dan jenis-jenis kuburan yang unik mungkin tak akan ditemukan di tempat lain. Sebuah proses panjang kematian di toraja yang menarik untuk disaksikan. Perlu diketahui wisata kematian di toraja tak hanya sampai di acara penguburan masih ada sebuah tradisi unik yang langkah dan sangat menarik. Ma' nene' sebuah tradisi membersihkan dan menganti  pakaian mayat yang sudah bertahun-tahun dikubur. Mungkin sudah sering kita melihat di internet atau sosial media tentang foto mayat yang berdiri dengan berbagai macam judul/Tag mulai dari MAYAT BERJALAN,  MAYAT BERDIRI dan ada juga yang menyebutnya MAYAT BERDASI. Tradisi ini masih dilakukan di beberapa kampung ditoraja sebagai wujud syukur keluarga dan menghargai leluhur yang sudah meninggal.
Mereka Menyebutnya Mayat Berdasi
Terlalu banyak hal-hal unik pada ritual kematian di toraja yang mungkin tak akan habis diceritakan satu-persatu dalam lembaran-lembaran kertas dan berbagai postingan postingan di dunia maya. Pada tulisan kali ini Portal Solata akan membahas tentang kematian di toraja tapi bukan tentang upacara rambu solo yang mahal ataupun mayat berdasi yang membuat buku kuduk berdiri, namun yang akan dibahas adalah tentang tempat penyimpanan mayat atau kuburan tempat berakhirnya prosesi panjang acara rambu solo'.
*****
Mendengar kata "kuburan" mungkin yang akan terbersit dalam pikiran anda adalah sesuatu yang menyeramkan atau arwah - arwah yang gentayangan, tapi itu takkan ada temui di toraja justru kuburan di toraja ramai dengan bule-bule cantik dan wisatawan lokal.
Tidak seperti daerah lain yang hanya memiliki 1 atau 2 jenis kuburan. Toraja sebagai salah satu tempat yang unik memiliki 5 jenis kuburan yang lain dari pada yang lain . Apa sajakah itu???

1. KUBURAN GOA
Tidak seperti daerah lain goa adalah sebuah tempat wisata untuk melihat keindahan stalaktit dan stalagmit tapi berbeda dengan goa di toraja, ketika kita memasuki goa disana kita tidak akan melihat indahnya stalaktit dan stalakmit tapi kita akan disambut dengan peti-peti mayat dan tengkorak tengkorak manusia tentunya dengan suasana yang agak sedikit mistis. Masyarakat toraja mempunyai sebuah tradisi menyimpan mayat di dalam goa entah apa yang menjadi alasannya dan tradisi ini tetap dilakukan sampai sekarang. Kuburan jenis ini banyak di jumpai di toraja seperti di Londa, Tampang Allo Sangalla dan di beberapa tempat lain.
Kuburan Goa di LONDA
Kuburan Goa Tampang Allo di Sangalla'
2. KUBURAN GANTUNG
Salah satu jenis kuburan yang unik dan agak aneh terdengar di telinga yaitu kuburan gantung. Saat kita mendengar kata kuburan gantung mungkin kepala akan sedikit berpikir keras membayangkan bagaimana bentuk dari kuburan gantung. Kuburan gantung adalah cara penguburan dengan cara memasukkan jenasah kedalam erong ( peti khas orang toraja ) kemudian digantungkan di tebing-tebing batu. Ada sebuah kuburan gantung yang di temukan di negara cina yang hampir sama dengan yang ada di toraja namun hingga saat ini belum jelas penyebab kesamaan ini. Kuburan gantung biasanya selalu berdampingan dengan kuburan goa jadi cukup sekali jalan untuk melihat dua jenis kuburan ini, Londa dan Kete Kesu dan Tampangallo bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dikunjungi.
Erong yang Berisi Mayat Digantung di Tebing-Tebing Batu
Tau-Tau  di Tebing Batu digantung berdekatan dengan Mayat.
3. KUBURAN BATU "LIANG"
Kuburan ini adalah kuburan yang bisa dibilang sebagai salah satu kuburan yang membutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Keahlian memahat batu, disinilah kita akan melihat jiwa seni dari pemahat-pemahat batu di toraja. Sebuah batu yang sangat besar akan dipahat  dan dibuat lobang-lobang di sampingnya untuk menyimpan jenasah. Proses yang cukup lama sampai berbulan-bulan untuk membuat sebuah lobang yang berukuran tidak terlalu besar biasanya berukuran sekitar 2X3 meter sampai ukuran yang panjangnya 4 meter. Disamping waktu pembuatan yang lama biaya untuk membayar sipemahat sampai puluhan juta rupiah tergantung dari besar ukuran lobang yang dibuat. Kuburan jenis ini bisa kita jumpai di objek wisata lo'ko mata, lemo dan makam raja-raja sangalla di suaya.
Objek Wisata Kuburan Batu Lo'ko Mata
Proses Pemakaman Salah Satu Keturunan Bangsawan di Suaya
Ketika mengunjungi objek wisata Suaya anda akan menemukan sebuah kuburan di bawah kaki tebing. Itulah sebuah kuburan dari saudara perempuang Puang Laso' Rinding yang bernama Puang Haji Lai Rinding. Puang Haji lai rinding tidak dimakamkan di tebing seperti saudara-saudaranya untuk menghargai ajaran agama dari puang haji lai rinding yang beragama muslim. Sebelum meninggal puang haji lai rinding berpesan agar jenazahnya dibawa kembali ke tanah kelahirannya dan dikuburkan berdampingan dengan saudara-saudaranya.

4. KUBURAN POHON "PASSILLIRAN"
Tak hanya kuburan dari batu, tanah yang memiliki sejuta keunikan ini masih memiliki satu jenis kuburan unik lagi yang mungkin tak akan di temukan dibelahan bumi manapun. Kuburan Pohon.... ya... Kuburan yang terdapat pada sebuah pohon besar yang bernama pohon tarra'. kuburan ini digunakan untuk menguburkan bayi yang meninggal di bawah umur 6 bulan. Mungkin tradisi ini terdengar aneh tapi itulah sebuah tradisi yang sudah dilakukan nenek moyang orang toraja sejak dulu kala. Sebuah pohon tarra yang berukuran besar dan masih tumbuh dilubangi kemudian jenasah dari sang bayi dimasukkan kedalam lubang pohon tersebut dan ditutupi dengan ijuk. Kita dapat menemukan jenis kuburan jenis ini di beberapa tempat di toraja. namun yang paling populer dan mudah di jangkau adalah objek wisata Kambira Baby Grave di kec.Sangalla'.
ObjeK Wisata Kambira Baby Grave


5. KUBURAN PATANE
Kuburan jenis adalah kuburan yang palim umum di toraja sehinga dapat di jumpai dimana-mana. kuburan ini memiliki macam-macam model mulai dari betuk rumah, bentuk tongkonan, atau yang berbentuk seperti peti besar. Yang perlu diketahui bahwa model dan biaya pembuatan dari kuburan ini sangat beragam ada yang sampai menghabiskan biaya sampai miliaran rupiah karena kemewahannya.
Jejeran Kuburan Patane di Kete Kesu

Dari 5 kuburan yang dibahas kali ini mungkin masih ada jenis kuburan lain yang belum sempat dituliskan kedalam postingan kali ini semoga dilain kesempatan dapat dituliskan kembali sesuai dengan saran-saran dan kritik dari pembaca.
 *****

Itulah sedikit gambaran tetang berbagai keunikan kuburan yang ada di toraja yang mungkin tidak akan di tempat lain. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa sedikit memberikan gambaran bagi yang belum pernah mengunjungi toraja.

Sampaikan kritik dan saran ke Email: portalsolata@gmail.com
Salam Portal Solata
Kurre Sumanga'/Thank You

Tuesday, October 27, 2015

Kuburan Gua Alam Sa'pak Bayo-Bayo

Toraja Goes To The World Cultural Heritage,
Membahas tentang Toraja mungkin tidak akan pernah ada habisnya, sebuah daerah yang dikenal sampai ke daratan Eropa karena berbagai macam keunikan budaya, adat istiadat, masyarakat yang ramah serta didukung dengan panorama alam yang indah. Masyarakat yang tetap memegang tradisi nenek moyang ditengah era moderenisasi, sebuah tradisi yang mungkin tidak akan pernah dijumpai ditempat lain selain di tanah ini. Tidak lepas dari segala keunikannya mungkin terasa sedikit aneh bagi orang yang belum pernah mengujungi Toraja ketika melihat sebagian daftar objek wisata di Toraja adalah kuburan. Kuburan yang biasanya menggambarkan kesan menyeramkan ternyata tidak berlaku di tanah yang kini menjadi buah bibir sebagian wisatawan lokal dan mancanegara, Ya kuburan yang dikelilingi oleh tengkorak, tulang belulang dan peti mayat  malah menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Proses Penguburan Jenazah di Tebing Batu
Dok: Ardin Putra Kondo

Kebiasaan nenek moyang masyarakat Toraja menyimpan jenasah dalam gua/tebing batu menjadi salah satu faktor penting bagi Toraja untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu Warisan Dunia. Tradisi langkah yang tetap dijaga kelestariannya kini menjadi salah satu magnet yang menarik wisatawan untuk mengunjungi Tondok Lepongan Bulan Tana Matari Allo. Tradisi yang  yang seringkali mengundang tanya dalam hati kecil wisatawan mengapa nenek moyang orang toraja menguburkan jenazah dalam lubang batu ? tapi menurut beberapa sumber salah satu alasannya, nenek moyang masyarakat Toraja beranggapan bahwa tanah adalah unsur suci sumber kehidupan yang tidak boleh dikotori dengan menguburkan mayat dalam tanah sehingga nenek moyang orang Toraja lebih memilih menyimpan mayat dalam gua batu.
*****

Berbicara tentang objek wisata kuburan di Toraja, mungkin sudah terlalu familiar dengan objek wisata kuburan seperti Londa, Lemo, Ke'te Kesu, Suaya, dan Lo'ko Mata, tetapi pernahkah anda mendengar objek wisata bernama Sa'pak Bayo-Bayo? memang terdengar asing ditelinga wisatawan bahkan orang Toraja sekalipun masih tidak tau dengan keberadaan tempat ini. Sebuah kuburan gua alam di Toraja yang terletak di lembang/desa Lampio kecamatan Sangalla' Utara yang menyimpan potensi yang besar sebagai salah satu warisan nenek moyang kita. Sa'pak Bayo-Bayo adalah objek wisata yang masih sangat minim akan informasi tidak sepopuler dengan objek wisata lain di Toraja, sampai saat tulisan ini dibuat belum ada sumber lain yang mengulas tentang objek wisata yang satu ini. 
Salah Satu Tengkorak Manusia di Sa'pak Bayo-Bayo
Dok: Portal Solata
Objek wisata ini merupakan salah satu potensi wisata di kabupaten Tana Toraja akan tetapi sampai saat ini belum di kelola oleh pemerintah daerah Tana Toraja. Sa'pak Bayo-Bayo merupakan sebuah objek wisata yang masih sangat alami tidak seperti objek wisata lain yang ramai akan kunjungan wisatawan objek wisata ini masih sangat sepi bahkan bisa dikatakan yang mengunjungi tempat ini hanya orang-orang tertentu karena belum ada sumber yang menyediakan informasi tentang objek wisata ini bahkan dinas pariwisata toraja sekalipun. Sama seperti objek wisata kuburan lainnya, di Sa'pak Bayo-Bayo banyak dijumpai tulang belulang, tengkorak manusia dan erong (peti mayat) yang sudah mulai hancur termakan usia, yang membedakan sa'pak bayo-bayo ketika kita mengunjunginya adalah suasana yang masih sangat alami jauh berbeda dengan objek wisata lain yang sudah ramai dengan wisatawan. Pada gua alam ini terdapat 4 buah lubang gua, masyarakat Toraja menyebutnya dengan nama lo'ko'    yaitu Lo'ko' Ne' Pendang, Lo'ko' Tarru', Lo'ko' Bekak dan Lo'ko' Kalumpini.  

Lo'ko Ne' Pendang 
Tampak Lo'ko Nek Pendang dari Luar
Dok: Portal Solata
Tampak Dalam Lo'ko' Ne' Pendang
Dok: Portal Solata
Ketika kita melangkahkan kaki ke Lo'ko Nek Pendang kita akan disambut oleh tulang belulang serta tengkorak yang berserakan dimana-mana dan sebagian yang tersusun di atas batu-batu besar. Pemandangan di luar tidak jauh beda dengan pemandangan didalam gua yang terlihat hanya tengkorak dan tulang belulang beserta erong yang berserakan tak beraturan yang membuat kita sedikit merinding karena suasana yang agak gelap.

Lo'ko Tarru'
Tampak Bagian Depan Gua
Dok: Portal Solata
Tampak Dalam Lo'ko Tarru'
Dok: Portal Solata
Lo'ko Tarru' memiliki lubang yang cukup besar dan luas hampir sama dengan Lo'ko Ne' Pendang. Hal yang sama akan kita jumpai di lo'ko tarru adalah tulang belulang, tengkorak dan erong yang berusia ratusan tahun berserakan di mana-mana.

Lo'ko' Bekak

Tampak Lo'ko Bekak dari Mulut Gua
Dok: Portal Solata
Bagian Bawah Lo'ko' Bekak
Dok: Portal Solata
Lo'ko' Bekak merupakan gua yang paling besar dan luas di banding ketiga gua lainnya bentuknya pun sedIkit berbeda. untuk masuk kedalam gua ini kita harus turun melewati tumpukan erong yang berserakan bersama tulang belulang yang akan membuat suasana sedikit berbeda ditambah udara yang sedikit lembab. 

Lo'ko Kalumpini

Pada Lo'ko Kalumpini tidak di jumpai adanya tengkorak serta Erong. lubang ini terlihat kosong hanya ada sebuah lubang yang menghubungkan dengan Lo'ko Tarru'.
Lubang Yang Menghubungkan Lo'ko Kalumpini dengan Lo'ko Tarru'
Dok: Portal Solata

Cerita dan Mitos Tentang Sa'pak Bayo-Bayo 
Menurut informasi masyarakat setempat disekitar Sa'pak Bayo-Bayo ada beberapa anak sungai kecil yang mengalir masuk kedalam lubang batu dan akan bermuara di sebuah sungai yang jaraknya cukup jauh dipisahkan oleh sebuah gunung batu.
Muara Sungai Bawah Tanah Sa'pak Bayo- Bayo
Dok: Portal Solata
Banyak cerita dan mitos yang muncul dengan aliran sungai ini entah benar atau tidak jika ada sebuah benda baik itu berupa ranting-ranting pohon, bangkai binatang atau apapun yang terbawa arus air yang masuk ke lubang gua tersebut tidak akan pernah ditemukan muncul di sungai tempat bermuara air tersebut dan air yang muncul di muara tersebut selalu bersih tidak pernah tercemar.
Sumur Keramat Sa'pak Bayo-Bayo
Dok: Portal Solata
Di Sa'pak Bayo Bayo terdapat sebuah sumur  keramat yang terletak di pinggir sungai yang menjadi muara gua tersebut, menurut cerita jika seekor burung terbang tepat di atas sumur tersebut dan bayangan (Bayo Bayo) dari burung  melitasi sumur maka entah apa yang menyebabkan burung itu langsung jatuh kedalam sumur, Secara logika ini mungkin sulit di terima tapi cerita inilah menjadi asal nama Sa'pak Bayo Bayo "Bayangan". Sebuah cerita mitos yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi dan sampai saat ini tetap dipercaya dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat disekitar Sa'pak Bayo-Bayo.
*****

Gua alam Sa'pak Bayo-Bayo sebuah objek wisata yang sangat alami bisa dikatakan sebagai salah satu pilihan wisata anti mainstream di Toraja. Mengunjungi tempat wisata ini akan memberikan suasana yang sedikit berbeda dengan tempat lain, ya... mungkin suasana mistisnya akan sedikit lebih terasa ditambah dengan cerita mitos masyarakat setempat. Untuk mengunjungi Sa'pak Bayo-Bayo tidaklah susah letaknya sekitar 8 km dari Kota Makale dan sekitar 2 km sebelum objek wisata Kuburan Bayi Kambira. Anda cukup bertanya kepada masyarakat sekitar untuk sampai disana.

Itulah sedikit ulasan saya tentang salah satu potensi objek wisata yang sampai saat ini belum dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Semoga dengan adanya tulisan ini akan memberikan info dan awal dari munculnya tulisan-tulisan lain sehingga objek wisata yang saat ini belum dikenal suatu saat nanti akan lebih dikenal masyarakat luas. Harapan saya semoga kita semakin menghargai warisan-warisan dari leluhur kita sehingga orang lain juga akan lebih menghargainya.

Kurre Sumanga'/Terima Kasih

Thursday, September 24, 2015

Bagian II: Daftar Hotel di Toraja


Lanjutan...
 
Indra II Hotel
Bintang 1
Landorundun No. 63 Rantepao, Toraja. 0423-21583
Rp. 300, 400, 500, 700.
Indra II Hotel

Hotel Duta 88
Jl. Emy Saelan - Rantepao - Toraja Utara -
Tlp. 0423 23477   
Hotel Duta 88














Hotel Hiltra
Jl. Pramuka No. 70 Rantepao - Toraja Utara
Tlp. 62 423 - 27323 / 25257. 

Hotel Hiltra














Hotel Madarana
Jl. Sa'dan - Malangngo' Rantepao - Toraja Utara.
Tlp. 62 423 - 23777. 
Hotel Madarana





Hotel Pison
Jl. Pongtiku II/8m Rantepao
Telp: 0423-21344
Hotel Pison

Hotel Nonongan Resort
Jl. Jurusan Makale -Alang-Alang - Rantepao - Toraja Utara. Tlp. 62 423 - 23101. 
Hotel Toraja Cottage
Jl. Jurusan Palopo – Rantepao Kabupaten Toraja UtaraTel: +62-423-21268
Hotel/Wisma Fios
Jl. Abdul Gani No. 1 D - Rantepao - Toraja Utara - Tlp. 0423 27268
Hotel Victoria
Jl. A. Mappanyukki Rantepao
Hotel Sallebayu
Jl. Ke’te’ Kesu’  Tel: +62-423-23469
Hotel Marlin Inn
Jl. Andi' Mappanyukki No. 75 Rantepao - Toraja Utara
Hotel Monton
Jl. Abd. Gani No. 14A Rantepao - Toraja Utara Tlp. 62 423 - 21675.
Hotel Pia's Poppies
Jl. Pongtiku - Rantepao - Toraja Utara Tlp. 62 423 - 21121.
Hotel Rantepao Lodge
Jl. Rura Pao - Eranbatu - Rantepao - Toraja Utara Tlp. 62 423 - 21248 / 23717. 
Hotel Kambuno
Jl. Jurusan Palopo - Rantepao - Toraja Utara - Tlp. 0423 25104
Hotel Palma
Jl. Poros Palopo - Bolu - Rantepao - Toraja Utara - Tlp. 0423 23789
Hotel Batupapan
Jl Pongtiku No 130 Makale Tlp. (0423) 22559
Hotel Sangalla' 
JL. Pongtiku No. 509 Makale Poros Makale - Rantepao
Tlp. ( 0423 ) 24485.  Fax  ( 0423 ) 24485
Emaill  hotelsangalla@yahoo.co.id
Hotel Puri Artha
Melati 3
Pontiku 114, Makale, Toraja. 0423-22470, 22079
Rp. 100, 150, 200. 
Hotel Makula'n Restoran
Permandian Air Panas Makula' Sangalla'

Itulah beberapa informasi beberapa hotel yang ada di toraja. Semoga informasi yang dibagikan kali ini bermanfaat bila ingin berkunjung ke toraja. Mohon maaf apabila kualitas gambar yang kurang bagus.
Salam Portal Solata

Monday, September 21, 2015

Pesona Batu Tumonga " Negeri di Atas Awan"


Mendengar kata toraja mungkin yang terbersit dalam benak anda adalah  upacara pemakaman, kerbau yg mahal, rumah tongkonan dan kuburan yang dipenuhi tengkorak dan tulang belulang, tapi sebenarnya toraja adalah  salah satu daerah yang menyimpan sejuta potensi. Keindahan alam adalah salah satu pesona yang bisa anda temukan di toraja. 
Sebuah sudut jalan di kampung batu tumonga
Foto: Eric Mapaley
Udara yang dingin dan segar, kabut tebal dan awan seperti kapas, terasering sawah yang ditutupi padi yang menguning semua bisa anda temukan di Batu Tumonga. Sebuah kampung kecil yang terletak di lereng gunung sesean yang merupakan gunung tertinggi di toraja. Penat dengan rutinitas di kota yang penuh polusi mungkin anda dapat melepaskannya di sini dengan menghirup segarnya udara pegunungan, sambil menikmati panorama alam yang membentang di bawahnya. 
Ketika anda mengunjungi batu tumonga jangan heran kalau anda menjumpai batu besar di tengah sawah dengan sebuah miniatur rumah tongkonan disampingnya, ya bukan toraja namanya kalau tidak unik menguburkan jenazah didalam batu besar adalah sebuah tradisi dari nenek moyang orang toraja, tidak peduli letak batu yang digunakan baik itu di tebing,disamping rumah, di gunung bahkan di sawah pun banyak di jumpai.
Lautan awan menutupi kota rantepao dan sekitarnya
Foto: Indonesian Holic
Foto: Randy. W
Menghabiskan pagi anda di batu tumonga akan menjadi sebuah momen yang anda harus rasakan, ketika kampung batu tumonga diselimuti oleh kabut dan sekumpulan awan putih yang menutupi daerah disekitar mungkin anda akan merasa sedang berdiri di sebuah negeri lain, berdiri ditengah awan putih dan perlahan awan itu akan hilang tertiup angin seiring munculnya matahari dari balik awan. Ketika awan putih mulai mehilang dari jauh anda akan melihat sebuah kota kecil di kelilingi sawah dan bukit, ya itulah kota rantepao. dari batu tumonga anda bisa menikmati pemandangan kota rantepao dan kampung kampung disekitarnya.

Batu tumonga adalah sebuah kampung kecil yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kendaraan, mungkin anda hanya akan menemukan masyarakat yang sedang melakukan aktivitasnya baik itu yang ke sawah ataupun anak sekolah yang berangkat berjalan kaki menuju sekolahnya. Menikmati hangatnya segelas kopi toraja yang nikmat di pagi hari adalah pilihan yang tepat sambil menikmati dinginnya udara batu tumonga.
Sudah terlalu jauh membahas batu tumonga mungkin anda butuh sedikit petunjuk untuk sampai disana. batu tumonga berjarak sekitar 20 km dari kota rantepao. untuk sampai kesana ada beberapa pilihan transportasi yang bisa anda gunakan bisa dengan menumpang kendaran umum dari terminal bolu rantepao, menyewa/mobil/motor yang akan membawa anda ke batu tumonga pilihan ini lebih direkomendasikan demi kenyamanan mengingat jalan yang berkelok-kelok. Tak jarang di jumpai juga turis-turis asing yang memilih jalan kaki/tracking dengan melewati jalur berbeda yang lebih dekat tapi lebih menanjak.
Pemandangan sawah disekitar kampung batutumonga
Foto: Penerbit
Tinimbayo salah satu pemandangan dalam perjalanan menuju batu tumonga
disini terdapat penginapan dan coffee shop
Foto: Penerbit
Ketika sampai disana anda direkomendasikan untuk bermalam agar bisa menyaksikan keindahan batutumonga di pagi hari. tak perlu takut akan masalah penginapan di batutumonga terdapat beberapa losmen/wisma di samping itu juga terdapat sebuah hotel tentunya dengan harga yg sedikit lebih mahal. itulah sedikit informasi tentang destinasi wisata batu tumonga, orang sering menyebutnya dengan Negeri di Atas Awan semoga bisa menjadi bagian dalam agenda wisata anda .

Salam Portal Solata

Wednesday, April 29, 2015

Objek Wisata Sangalla' Tana Toraja

1. Kuburan Batu Suaya/ Kuburan Raja-Raja Sangalla'


Kuburan pada tebing di Suaya
SUAYA adalah kuburan Raja-raja Sangalla. Kuburan ini berada di satu sisi dinding bukit cadas yang dipahat dan dibentuk kantung-kantung. Patung-patung (tau-tau) para raja dan keluarga raja diberi pakaian seperti pakaian saat mereka hidup dulu.
Lokasi situs pemakaman gua suaya terletak 23 kilometer di sebelah selatan kota Rantepao atau 10 kilometer sebelah barat kota Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Indonesia.

Gua-gua itu terletak cukup tinggi dari permukaan tanah. Sebagai tempat bersemayamnya raja, masyarakat sekitar telah menjadikannya tempat ziarah rutin. Sebagaimana tradisi mereka yang sangat menghormati orang-orang besar dan para leluhur. Tersedia tangga batu yang memudahkan wisatawan untuk melihat-lihat ke dalamnya.
Warga sekitar menyebutkan, tangga batu itu sudah ada sejak raja-raja itu masih hidup. Digunakan oleh para raja Sangalla untuk menyendiri dan melakukan semacam pertapaan. Banyak peninggalan para raja, termasuk pusaka-pusaka.


2. Kuburan Tampang Allo

Makam bangsawan Sangalla yang bergama islam
Hampir sama dengan situs makam kuno yang kita temui sebelumnya. Di situs ini terdapat banyak makam gantung, peti mati, tengkorak dan tulang belulang yang berserakan. Yang membuatnya unik adalah kisah “sehidup semati, satu kubur kita berdua” dari Sang penguasa Sangalla dan istrinya.
Dalam sejarahnya diceritakan bahwa dahulu, sekitar abad ke-16, penguasa Sangalla’ (Sang Puang Manturino) bersama istrinya (Rangga Bulan) memilih Gua Tampang Allo sebagai tempat pemakamannya kelak jika mereka meninggal dunia.
Namun, Rangga Bulan meninggal lebih dahulu dan jenazahnya dimasukkan dalam erong serta diletakkan dalam gua Tampang Allo. Dan ketika Sang Puang Manturino meninggal, erong tempat jenazahnya justru ditempatkan di pemakaman Losso, yang letaknya tidak jauh dari Tampang Allo.
Singkat cerita, jenazah Sang Puang ternyata menghilang dari erongnya dan saat ditemukan, jenazahnya telah bersatu dengan jenazah istrinya di Tampang Allo.
Demikianlah bagaimana kisah ini akhirnya mengilhami masyarakat setempat yang menyepakati bahwa Gua Tampang Allo adalah perwujudan perjanjian dan sumpah suami istri.

3. Museum Buntu Kalando
Tongkonan yang dijadikan Museum Buntu Kalando
Museum Buntu Kalando diresmikan pada tanggal 29 Juli 1980. Pendirian museum ini adalah atas anjuran beberapa tokoh masyarakat agar beberapa benda-benda peninggalan budaya yang bernilai sejarah mempunyai wadah sebagai tempat pemeliharaan dan perawatan dalam rangka pelestarian budaya nasional. Fungsi lain dari museum ini adalah sebagai pusat pelayanan masyarakat adat.
Koleksi museum Buntu Kalando berjumlah 701 terdiri dari koleksi geografi, arkeologi, numismatik/ heraldik, keramik, dan seni rupa.
Museum Buntu Kalando, yang merupakan bekas istana Puang Sangalla, terletak di lembang (desa) Kaero, kecamatan Sangalla, kabupaten Tana Toraja. Jaraknya tidak jauh, hanya sekitar enam kilometer dari kota Makale, ibukota kabupaten Tana Toraja. Jika menggunakan kendaraan roda empat, anda hanya membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai di tempat itu.

4. Kolam Alam/Danau Assa 

Kolam alam yang masih sangat alami

Foto: semaniskopi.blogspot.com
Kolam Alam Assa merupkan sebuah danau kecil yang terbentuk secara alami yang menyugukan pemandangan yang indah dan suasana yang masih sangat alami dan segar. Kolam alam ini hanya ketahui oleh sebagian kecil orang toraja karena masih luput dari perhatian pemerintah Tana Toraja. Kolam ini hampir sama dengan kolam alam Limbong di Rantepao menyimpan banyak mitos dan cerita.
 
5. Permandian Air Panas Makula


Kolam Air Panas Makula
Makula’ terletak ± 12 km dari Makale di Kecamatan Sangalla’ Selatan. Ada mata air panas dengan kolam untuk berendam. Menurut kepercayaan masyarakat, airnya bisa menyembuhkan penyakit kulit. Terdapat tiga sumber air panas di Makula yang letaknya saling berdekatan. Di sekitar mata air itu, berdiri  rumah peristirahatan. Pengelolanya sengaja menyediakan kolam-kolam untuk menampung air panas yang dialirkan dari sumbernya. Sambil menikmati keindahan alam di Sangalla, wisatawan dapat berendam air hangat sepuasnya.
Air panas itu muncul dari batu gamping dan batu pasir yang mendominasi struktur tanah Sangalla. Temperatur tertinggi air itu 43,6 derajat celcius pada temperatur udara 22,1 derajat celcius. Sumber panas diperkirakan berasal dari kantung magma di bawah Bukit Kaero. Energi panas merambat melalui bebatuan.

6. Kuburan Bayi/Baby Grave Kambira


Kuburan Bayi Pada Pohon
Baby Grave-Kambira, terletak di Desa/Lembang Buntu, Sangalla, Tana Toraja. Sebuah kuburan bayi (pasilliran) dimana jenazah bayi tidak diletakkan di dalam tanah ataupun di dalam gua, melainkan pada sebatang pohon kayu yang besar dengan diameter sekitar 80-100 meter, yang usianya kurang lebih sudah 300 tahun.
Proses penguburannya pun tidak mudah, semuanya harus melalui ritual terlebih dahulu. Dan menurut cerita, selama proses adat ini berlangsung, semua yang hadir tidak boleh berbicara, menoleh ke kiri/kanan ataupun ke belakang.
Larangan ini baru berakhir ketika pa’piong (makanan khas Toraja, dimana daging dimasak di dalam bambu) sudah dipotong.
Suku Toraja yang menganut kepercayaan Aluk Todolo menganggap bahwa bayi yang belum tumbuh giginya dianggap masih suci. Sedangkan pohon Tarra’ dipilih karena memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu.
Mereka percaya bahwa cara ini sama halnya seperti mereka mengembalikan bayi-bayi ini ke rahim ibunya. Dengan begini, mereka akan menyelamatkan bayi-bayi yang lahir kemudian.

7. Gua Alam Sullukan
Foto ilustrasi
Gua Alam Sullukan merupakan Goa Alam yang terletak di Kecamatan Sangalla Selatan berjarak 24 Km dari Rantepao dan 12 Km dari Makale kurang lebih  100 meter sebelum Permandian Air Panas Makula. Goa ini terletak tepat di pinggir sungai kecil jadi untuk mencapainya harus melewati sebuah sungai kecil. Untuk masuk kedalam goa ini di butuhkan penerangan yang cukup karena kondisi goa yang sangat gelap. Berbeda dengan goa lain di Toraja dalam goa ini tidak digunakan sebagai kuburan sehingga tidak ditemukan tengkorak manusia,  hanya stalagtit dan talagmit yang dapat kita jumpai. Sayangnya goa alam ini belum dikelola dengan baik oleh pemerintah sehingga belum dikenal oleh banyak orang.

8. Kuburan dan Gua Alam Sakpak Bayobayo
Lubang gua yang dalam

Lo'kok bekak

Lo'kok ne' pendang

Sumur keramat

Sungai tempat bermuara gua.
Kuburan dan Goa Alam sakpak bayobayo merupakan sebuah situs yang masih sangat alami akan tetapi menyimpan cerita dan mitos yang sangat menarik. Pada Gua alam ini terdapat 4 buah Lubang Gua (Lo'kok)  yaitu Lo'kok Ne' Pendang, Lo'kok Tarru, Lo'kok Bekak, Lo'kok Kalumpini.   Air dari sebuah sungai kecil masuk kedalam sebuah lubang yang besar  dan akan muncul di sebuah sungai yang jaraknya beberapa ratus meter jauhnya yang dipisahkan oleh sebuah gunung batu. Banyak cerita dan mitos yang yang muncul dari goa ini entah benar atau tidak Jika ada sebuah benda baik itu berupa ranting ranting pohon atau apapun yang terbawa arus air yang masuk kedalam lobang goa tersebut tidak akan pernah ditemukan muncul di sungai tempat bermuara air tersebut dan air yang muncul di muara tersebut tidak pernah tercemar. Di Sakpang bayo bayo terdapat sebuah sumur  keramat yang terletak di pinggir sungai yang menjadi muara goa tersebut,menurut cerita jika seekor burung terbang tepat di atas sumur tersebut dan bayangan (Bayo Bayo) dari burung  melitasi sumur maka entah apa yang menyebabkan burung itu langsung jatuh kedalam sumur, Secara logika ini mungkin sulit di terima tapi cerita inilah menjadi asal nama Sakpang Bayo Bayo "Bayangan".

Itulah beberapa objek wisata di wilayah Sangalla kabupaten Tana Toraja dan beberapa objek wisata masih sangat alami dan belum tersentuh bahkan belum dikelola oleh pemerintah.
Semoga informasi ini bermanfaat.

Tuesday, March 10, 2015

Sensasi Arung Jeram Sungai Sa'dan di Toraja

Toraja bukan hanya terkenal dengan objek wisata berupa makam yang ada di sisi tebing, namun Anda juga bisa melakukan kegiatan wisata arung jeram menyusuri Sungai Sa'dan . Bulan Desember merupakan saat favorit bagi pecinta arung jeram, menikmati sensasi arus Sungai Sa'dan. 
Sungai Saddang

Sungai Sa'dan, juga sering disebut Saddang oleh orang luar Toraja, merupakan tempat yang sangat tepat untuk kegiatan arung jeram karena sungai ini memiliki panjang sekitar 182 kilometer dan lebar rata-rata 80 meter, serta memiliki anak sungai sebanyak 294.
Pengarungan sungai Sa'dan ini dapat ditempuh selama 2 hari penuh dengan menginap di tengah perjalanan. Sebagai tempat menginap, Anda bisa beristirahat di sebuah rumah panggung yang biasa disebut lantang, yang terletak di pinggir sungai.

Menikmati Serunya Jeram di Sungai Sa'dan Toraja
Di sepanjang Sungai Sa'dan terdapat beberapa jeram dengan tingkat kesulitan yang berbeda, seperti jeram Puru dengan katagori tingkat kesulitan III, kemudian jeram Pembuangan Seba dengan kategori tingkat kesulitan IV, yaitu permukaan air di pinggir sungai yang lebar dan tiba-tiba menyempit dengan cepat.
 

Ada juga jeram Fitri dengan kategori tingkat kesulitan V, yaitu berupa patahan dan arus sungai yang menabrak batu besar yang dapat menyebabkan perahu menempel di batu dan terjebak di antaranya.

Sambil memacu adrenalin, Anda juga bisa menikmati topografi di sekitar Sungai Sa'dan yang indah dan hijau. Di sepanjang perjalanan, Anda bisa menyaksikan flora dan fauna yang beraneka ragam. Sesekali juga nampak gunung-gunung menyembul di sekitar sungai yang dilapisi oleh padang rumput sabana.

Sebagai titik awal, pengarungan Sungai Sa'dan dimulai dari jembatan gantung di Desa Buahkayu, Kabupaten Tana Toraja dan berakhir di jembatan Pappi, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.


Akses menuju, Makale ibu kota kabupaten Tana Toraja dari Kota Makassar dapat ditempuh dengan menggunakan jalur darat dan udara. Jalur darat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum selama kurang lebih 8 jam, sedangkan jalur udara dapat ditempuh dengan penerbangan perintis selama 2 jam. Saat ini sudah ada penerbangan reguler dengan Trigana Air dari Balikpapan-Rantetayo, Tana Toraja.


Sesampainya di Makale ibukota Tana Toraja, Anda dapat langsung menuju Rantepao,ibukota kabupaten Toraja Utara. Dari kota ini perjalanan dilanjutkan ke Desa Buah Kayu (tempat start pengarungan). Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan mobil Jip selama kurang lebih 3,5 jam.

Selain sungai sa'dan di toraja masih ada sungai maiting yang digunakan untuk arung jeram, Arung jeram di sungai maiting mungkin akan dibahas dalam tulisan berikutnya

Bila Anda belum mempunyai pengalaman arung jeram, di lokasi tersedia river guide (pemandu sungai) yang profesional dengan biaya sebesar Rp1.250.000, per orang.


Kontak Operator Arung Jeram Toraja Sa'dan


Indo' Sella' Expedition
Perumahan Azalea Blok B/15, Panakkukang Mas
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Telepon: (+62-411) 5073499
Hotline: (+62-813) 42270999
Faksimili : (+62 411) 439057

Sobek Expedition
Jl Pongtiku No 48, Rantepao, Tana Toraja, Indonesia
Telepon (+62-423) 21336
Faksimili (+62-423) 21615
Sumber : Toraja Cyber News


Mari dukung pariwisata Toraja dengan meng Klik dan Like WONDERFUL TORAJA